top of page

ALSA Indonesia Internship

National Board Internship adalah sebuah pilot program dimana anggota-anggota terpilih dari berbagai Local Chapter dari seluruh Indonesia dikumpulkan dan mendapat pengalaman berproses di dalam ALSA Indonesia selama satu bulan, termasuk berpartisipasi dalam pembuatan program–program kerja dengan menuangkan ide–ide baru demi kelangsungan ALSA Indonesia. Pada kesempatan kali ini, dua bidang yaitu ICT dan Academic Activities & Training membuka kesempatan untuk melaksanakan internship dengan tugas yang berbeda–beda, yaitu: membuat newsletter dan/atau template di website ALSA Indonesia, ikut berperan dalam website National Chapter, menuangkan ide–ide untuk program kerja ALSA Indonesia di dalam bidang akademik, pembuatan legal review untuk ALSA Indonesia Magazine (AIM), dan juga timeline evaluasi program kerja National Board dari berbagai Local Chapter di Indonesia untuk bagian Academic Activities & Training.


Program internship ini bersifat virtual agar memudahkan para intern untuk bisa mengerjakan tugas–tugas yang diberikan dari kota tempat tinggalnya masing–masing, namun hal ini tidak membuat program internship ini kehilangan aspek profesionalitasnya karena setiap intern harus menyelesaikan tugas yang diberikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan, program internship ini juga diketuai langsung oleh Presiden ALSA Indonesia yaitu Azman Rishad dan akan disupervisi oleh Vice President ALSA Indonesia, yang bertugas menjadi supervisor bidang ICT adalah Najma Amira dan untuk bidang Academic Activities & Training oleh Stephanus Karmel dan Yessica Diana.


Kegiatan ini merupakan program baru yang dirintis oleh ALSA Indonesia, oleh karena itu saya tertarik untuk mendaftar dan melalui proses seleksi yang lumayan ketat pula, karena peminat dari program internship ini lumayan banyak dan setiap divisi hanya menerima maksimal 5 orang interns. Sebagai hasilnya, saya diwajibkan untuk mengumpulkan bermacam dokumen dan juga mengikuti wawancara yang dipimpin oleh setiap Vice President dari setiap divisi agar saya dapat menjelaskan alasan mendaftar, bentuk kontribusi yang ingin saya sumbangkan, dan juga keinginan saya untuk berkarir di ALSA kedepannya. Setelah proses seleksi telah dilakukan, terpilihlah interns untuk program National Board Internship kali ini yaitu Alifah Fanny (ALSA LC Universitas Brawijaya) dan Saputra Ganulu (ALSA LC Universitas Brawijaya) untuk bidang ICT serta Jessica Aurelia (ALSA LC Universitas Brawijaya), Rizki Bahrudin (ALSA LC Universitas Brawijaya), Titanicko (ALSA LC Universitas Sriwijaya), Relfy Al Ghafani (ALSA LC Universitas Sriwijaya) dan saya sendiri, Aicha Grade Rebecca (ALSA LC Universitas Gadjah Mada) untuk bidang Academic Activities & Training.


Setelah menandatangani kontrak kerja, hari–hari berproses sebagai interns di ALSA Indonesia pun dimulai. Pada minggu pertama, kami ditugaskan untuk membuat timeline program kerja Academic Activities (AA), yang dipergunakkan untuk menjadwalkan program AILTW & AILO. Selain itu, kami juga didorong untuk menuangkan ide-ide baru untuk program-program kerja AA kedepannya. Pada tugas kali ini, saya menyumbangkan suatu ide yaitu riset bulanan tentang isu–isu hukum di Indonesia yang bisa diangkat sebagai tema Legal Coaching Clinic ALSA Indonesia. Pada akhirnya, semua intern diminta untuk dapat memberikan masukan dan saran terhadap ide-ide dan kinerja satu sama lain.


Tugas kedua adalah highlight dari program internship ini, yaitu untuk membuat legal review dengan format yang telah ditentukan untuk ALSA Indonesia Magazine (AIM). Topik–topik yang diberikan untuk tiap intern pun berbeda–beda, yaitu: Employment Policies in Facing the ASEAN Economic Communities, Attempts in the Spreading of Hoaxes, Maritime Labor Conventions, Anti-trust Law Amendments, dan Indonesia’s Corruption Perception Index 2016.


Sebagai mahasiswa hukum yang tertarik pada hukum laut, saya pun memilih topik Indonesia Ratifying Maritime Labor Conventions yang membahas isu–isu seputar ratifikasi Indonesia atas MLC 2006 yang memberi hak – hak yang pantas diterima serta kemudahan dalam mendapatkan sertifikasi kepada para awak kapal Indonesia. Sayangnya, peristiwa hukum ini juga menuai kontroversi pada sektor perkapalan di Indonesia, karena kurangnya kesiapan industri maritim Indonesia terhadap hal ini sendiri. Contohnya adalah problematika bisnis kapal di Indonesia yang didominasi oleh kapal kecil, yang membatasi implementasi MLC 2006 karena dibutuhkannya ukuran–ukuran kapal tertentu untuk memenuhi persyaratan dari perjanjian tersebut.


Setelah pembuatan legal review, kami pun akhirnya tiba pada tugas terakhir kami, yaitu membuat evaluasi program kerja AA dari berbagai Local Chapter, yang merupakan salah satu tugas yang sedikit rumit karena hal ini mengharuskan para intern untuk mengevaluasi berbagai Local Chapter di Indonesia dengan menghubungi divisi akademik di setiap Local Chapter untuk meminta evaluasi dan komentar terhadap proker AA ditengah kesibukan masing–masing Local Chapter.


Sebulan pun berlalu dan tanpa terasa tugas–tugas ini telah selesai, program internship ini merupakan pengalaman berharga yang mewarnai liburan saya kali ini yang sangat bermanfaat untuk mempersiapkan diri saya dalam menjalankan professional career. Maka dari itu, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk ALSA LC UGM yang telah merekomendasikan saya, ALSA Indonesia atas pengalaman bekerja dalam organisasi skala nasional, dan juga untuk para supervisor untuk bimbingan serta kesabaran selama satu bulan membimbing saya. Menurut saya, pengalaman magang di ALSA Indonesia adalah pengalaman yang penuh substansi dan berhasil mengasah lebih jauh lagi kemampuan soft skill serta legal skill saya. Sekali lagi, terima kasih!


ALSA, Always be One!


Recent Posts
Archive
bottom of page